• Convallis consequat

    Lorem ipsum integer tincidunt quisque tristique sollicitudin eros sapien, ultrices primis volutpat tempor curabitur duis mattis dapibus, felis amet faucibus...

  • Augue nullam mauris

    Lorem ipsum integer tincidunt quisque tristique sollicitudin eros sapien, ultrices primis volutpat tempor curabitur duis mattis dapibus, felis amet faucibus...

  • Donec conubia volutpat

    Lorem ipsum integer tincidunt quisque tristique sollicitudin eros sapien, ultrices primis volutpat tempor curabitur duis mattis dapibus, felis amet faucibus...

  • Primis volutpat tempor

    Lorem ipsum integer tincidunt quisque tristique sollicitudin eros sapien, ultrices primis volutpat tempor curabitur duis mattis dapibus, felis amet faucibus...

Jumat, 24 Februari 2012

Memahami Port Standar pada Aplikasi dan Protokol Jaringan

Pada terminologi jaringan komputer, port merupakan titik komunikasi spesifik yang digunakan oleh sebuah aplikasi yang memanfaatkan lapisan transport pada teknologi TCP / IP. Artikel ini menceritakan tentang beberapa port yang digunakan oleh aplikasi ataupun protokol standar.
Pada terminologi komputer ada dua jenis Port yaitu :
  • Port Fisik,adalah soket/ slot / colokan yang ada di belakang CPU sebagai penghubung peralatan input-output komputer, misalnya PS2 Port yang digunakan oleh Mouse dan Keyboard, USB Port atau Paralel Port.
  • Port Logika (non fisik),adalah port yang di gunakan oleh aplikasi sebagai jalur untuk melakukan koneksi dengan komputer lain mealalui teknologi TCP/IP, tentunya termasuk koneksi internet.
Yang akan dibahas pada artikel ini adalah port logika, mungkin akan berguna bagi anda yang mengelola server linux untuk berbagai keperluan.

Port Standar dan Kegunaan

1-19, berbagai protokol, Sebagian banyak port ini tidak begitu di perlukan namun tidak dapat diganggu. Contohnya layanan echo (port 7) yang tidak boleh dikacaukan dengan program ping umum.
20 – FTP-DATA. “Active” koneksi FTP menggunakan dua port: 21 adalah port kontrol, dan 20 adalah tempat data yang masuk. FTP pasif tidak menggunakan port 20 sama sekali.
21 – Port server FTP yang digunakan oleh File Transfer Protocol. Ketika seseorang mengakses FTP server, maka ftp client secara default akan melakukan koneksi melalui port 21.
22 – SSH (Secure Shell), Port ini ini adalah port standar untuk SSH, biasanya diubah oleh pengelola server untuk alasan keamanan.
23 – Telnet server. Jika anda menjalankan server telnet maka port ini digunakan client telnet untuk hubungan dengan server telnet.
25 – SMTP, Simple Mail Transfer Protocol, atau port server mail, merupakan port standar yang digunakan dalam komunikasi pengiriman email antara sesama SMTP Server.
37 – Layanan Waktu, port built-in untuk layanan waktu.
53 – DNS, atau Domain Name Server port. Name Server menggunakan port ini, dan menjawab pertanyaan yang terkait dengan penerjamahan nama domain ke IP Address.
67 (UDP) – BOOTP, atau DHCP port (server). Kebutuhan akan Dynamic Addressing dilakukan melalui port ini.
68 (UDP) – BOOTP, atau DHCP port yang digunakan oleh client.
69 – tftp, atau Trivial File Transfer Protocol.
79 – Port Finger, digunakan untuk memberikan informasi tentang sistem, dan login pengguna.
80 – WWW atau HTTP port server web. Port yang paling umum digunakan di Internet.
81 – Port Web Server Alternatif, ketika port 80 diblok maka port 81 dapat digunakan sebagai port altenatif untuk melayani HTTP.
98 – Port Administrasi akses web Linuxconf port.
110 – POP3 Port, alias Post Office Protocol, port server pop mail. Apabila anda mengambil email yang tersimpan di server dapat menggunakan teknologi POP3 yang berjalan di port ini.
111 – sunrpc (Sun Remote Procedure Call) atau portmapper port. Digunakan oleh NFS (Network File System), NIS (Network Information Service), dan berbagai layanan terkait.
113 – identd atau auth port server. Kadang-kadang diperlukan, oleh beberapa layanan bentuk lama (seperti SMTP dan IRC) untuk melakukan validasi koneksi.
119 – NNTP atau Port yang digunakan oleh News Server, sudah sangat jarang digunakan.
123 – Network Time Protocol (NTP), port yang digunakan untuk sinkronisasi dengan server waktu di mana tingkat akurasi yang tinggi diperlukan.
137-139 – NetBIOS (SMB).
143 – IMAP, Interim Mail Access Protocol. Merupakan aplikasi yang memungkinkan kita membaca e-mail yang berada di server dari komputer di  rumah / kantor kita, protokol ini sedikit berbeda dengan POP.
161 – SNMP, Simple Network Management Protocol. Lebih umum digunakan di router dan switch untuk memantau statistik dan tanda-tanda vital (keperluan monitoring).
177 – XDMCP, X Display Management Control Protocol untuk sambungan remote ke sebuah X server.
443 – HTTPS, HTTP yang aman (WWW) protokol di gunakan cukup lebar.
465 – SMTP atas SSL, protokol server email
512 (TCP) – exec adalah bagaimana menunjukkan di netstat. Sebenarnya nama yang tepat adalah rexec, untuk Remote Execution.
512 (UDP) – biff, protokol untuk mail pemberitahuan.
513 – Login, sebenarnya rlogin, alias Remote Login. Tidak ada hubungannya dengan standar / bin / login yang kita gunakan setiap kali kita log in.
514 (TCP) – Shell adalah nama panggilan, dan bagaimana netstat menunjukkan hal itu. Sebenarnya, rsh adalah aplikasi untuk “Remote Shell”. Seperti semua “r” perintah ini melemparkan kembali ke kindler, sangat halus.
514 (UDP) – Daemon syslog port, hanya digunakan untuk tujuan logging remote.
515 – lp atau mencetak port server.
587 – MSA, Mail Submission Agent. Sebuah protokol penanganan surat baru didukung oleh sebagian besar MTA’s (Mail Transfer Agent).
631 – CUPS (Daemon untuk keperluan printing), port yang melayani pengelolaan layanan berbasis web.
635 – Mountd, bagian dari NFS.
901 – SWAT, Samba Web Administration Tool port. Port yang digunakan oleh aplikasi pengelolaan SAMBA berbasis web.
993 – IMAP melalui SSL.
995 – POP melalui SSL.
1024 – Ini adalah port pertama yang merupakan Unprivileged port, yang ditugaskan secara dinamis oleh kernel untuk aplikasi apa pun yang memintanya. Aplikasi lain umumnya menggunakan port unprivileged di atas port 1024.
1080 – Socks Proxy Server.
1433 – MS SQL Port server.
2049 – NFSd, Network File Service Daemon port.
2082 – Port cPanel, port ini digunakan untuk aplikasi pengelolaan berbasis web yang disediakan oleh cpanel.
2095 – Port ini di gunakan untuk aplikasi webmail cpanel.
2086 – Port ini di gunakan untuk WHM, atau Web Host Manager cpanel.
3128 – Port server Proxy Squid.
3306 – Port server MySQL.
5432 – Port server PostgreSQL.
6000 – X11 TCP port untuk remote. Mencakup port 6000-6009 karena X dapat mendukung berbagai menampilkan dan setiap tampilan akan memiliki port sendiri. SSH X11Forwarding akan mulai menggunakan port pada 6.010.
6346 – Gnutella.
6667 – ircd, Internet Relay Chat Daemon.
6699 – Napster.
7100-7101 – Beberapa Font server menggunakan port tersebut.
8000 dan 8080 – Common Web Cache dan port server Proxy Web.
10000 – Webmin, port yang digunakan oleh webmin dalam layanan pengelolaan berbasis web.

Sabtu, 14 Januari 2012

Beasiswa Macquarie University International Scholarship (MUIS) 2012


InfoBeasiswaS1 – Beasiswa Macquarie University International tersedia untuk hampir semua jursan yang ditawarkan di kampus North Ryde, baik untuk jenjang sarjana dan pasca-sarjana. Beasiswa yang diberikan meliputi biaya pendidikan untuk mahasiswa internasional. Bagi yang ingin apply untuk beasiswa pasca sarjana, silakan klik Postgraduate Scholarship at Macquarie University.
Persyaratan beasiswa:
  • Bukan warga negara Australia atau New Zealand, dan tidak memiliki izin permanen Australia
  • Memenuhi persyaratan akademis dan bahasa Inggris untuk jurusan yang akan dipilih
  • Sudah memiliki FULL OFFER selambat-lambatnya pada saat deadline aplikasi.
  • Nilai ATAR minimal 90 dari maksimal 100
  • Tidak sedang terdaftar atau menjadi mahasiswa di Macquarie University untuk jenjang pendidikan yang sama
  • Belum pernah menyelesaikan jenjang pendidikan yang sama sebelumnya
  • Tidak sedang menerima beasiswa lain
  • Bukan exchange student yang sedang belajar di Macquarie University
Cakupan beasiswa:
Beasiswa yang diberikan meliputi biaya kuliah untuk mahasiswa internasional. Beasiswa tidak mencakup biaya hidup, tiket pesawat, visa, asuransi kesehatan, dll.


Cara Melamar Beasiswa
Anda dapat mengisi form aplikasi secara online dan mengupload dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Biaya yang dibutuhkan untuk aplikasi online adalah AU $55 (lebih murah dari aplikasi tertulis). Biaya aplikasi ini akan dikembalikan ketika Anda memperoleh beasiswa MUIS.
Deadline
  • Untuk semester 1 tahun ajaran 2012/2012, deadline-nya 31 Oktober 2011. Anda harus mengisi form beasiswa sebelum 1 Oktober 2011
  • Untuk semester 2 tahun ajaran 2012/2012, deadline-nya 30 April 2012. Anda harus mengisi form beasiswa sebelum 1 April  2012
Hasil seleksi akan diumukan 2 minggu setelah deadline aplikasi. Untuk informasi lebih lanjut tentang Macquarie University International Scholarship, silakan kunjungi http://www.international.mq.edu.au/scholarships/muis

Beasiswa S1 Sampoerna School of Education (SSE) 2012


InfoBeasiswaS1 – Tertarik menjadi seorang pengajar? Tertarik untuk mendalami Matematika atau Bahasa Inggris secara lebih mendalam? Selain itu, ingin mendapat beasiswa selama masa studi di universitas? Ayo, buruan daftar beasiswa S1 keguruan dari Sampoerna School of Education (SSE). Program Bantuan Biaya Pendidikan (Student Financing Program) gelombang pertama dibuka hingga 23 Januari 2012.
Sekilas tentang Sampoerna School of Education (SSE)
SSE menawarkan 2 program studi:
  • Matematika
  • Bahasa Inggris
Program pendidikan di SSE berlangsung selama 4 tahun dan memberikan konsep dasar yang kuat pada mahasiswa untuk menjadi tenaga pengajar setelah lulus. Konsep-konsep yang diberikan meliputi: pengembangan manusia, teknologi pendidikan, keragaman, kurikulum, dan proses belajar-mengajar.
Program kuliah dikemas dalam bentuk perkuliahan formal, seminar, pengajaran, praktikum, dan proyek akhir program.
Persyaratan Pelamar Beasiswa:
  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Lulusan SMA atau SMK tahun 2010, 2012, atau 2012
  • Untuk program studi Matematika: berasal dari SMA jurusan IPA atau SMK jurusan teknik mesin atau teknik informatika
  • Untuk program studi Bahasa Inggris: terbuka untuk semua lulusan SMA dan SMK dari berbagai jurusan.
  • Nilai rata-rata raport minimal 7,00 dan nilai Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris minimal 7,00 selama SMA
  • Membuat essay singkat (maksimal 500 kata) dengan tema: bagaimana anda melihat student financing sebagai suatu kesempatan dalam hidup anda.
  • Memiliki prestasi akademik dan non-akademik selama SMA, dibuktikan dengan fotokopi piagam dan ditulis dalam surat rekomendasi dari guru sekolah
  • Lolos seluruh proses seleksi (ada 2 tahap)
Dokumen yang dibutuhkan untuk melamar beasiswa:
Berikut adalah dokumen-dokumen yang harus disertakan bersamaan dengan formulir beasiswa:
  • Fotokopi raport dari kelas 10 hingga kelas 12 semester terakhir (dilegalisir)
  • Hasil UAN SMA (untuk lulusan tahun 2010 dan 2011). Untuk lulusan tahun 2012, ijazah dapat disusulkan.
  • 2 lembar fotokopi KTP/kartu pelajar/identitas lainnya
  • 2 foto berwarna ukuran 4×6
  • Fotokopi tagihan listrik, PAM, dll
  • 2 buah surat referensi dari 2 orang yang mengenal Anda di SMA, seprti Kepala Sekolah, Wali Kelas, Guru BK, Guru Mata Pelajaran, dll. Format surat referensi ada dalam formulir pendaftaran.
  • 1 lembar fotokopi KTP orang tua/wali
  • 1 lembar fotokopi kartu keluarga (KK)
  • 1 lembar surat keterangan kesehatan yang  menyatakan bebas narkoba dan tidak buta warna. Surat keterangan kesehatan dapat dikeluarkan oleh puskemas, dokter, atau instansi kesehatan lainnya.
Formulir pendaftaran
Silakan download formulir beasiswa Sampoerna School of Education (SSE). Langsung klik di link yang ada. Untuk format surat referensi sudah ada di dalam file tersebut.
Proses Pendaftaran Beasiswa
  • Mendownload formulir beasiswa (ada pada link di atas)
  • Mengembalikan formulir, baik diantarkan langsung atau dikirimkan melalui pos
  • Tahap 1: Seleksi dokumen
  • Tahap 2: Ujian Saringan Masuk (USM), terdiri dari Tes Psikologi + Bahasa Inggris dan/atau Matematika, wawacara, dan simulasi mengajar
  • Pengumuman hasil seleksi di www.sampoernaeducation.ac.id
Deadline
  • Gelombang 1:  23 Januari 2012
  • Gelombang 2: 20 April 2012
Informasi lebih lanjut
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru
Sampoerna School of Education (SSE)
Mulia Business Park, Building D
Jl. M.T Haryono Kav.58-60
Pancoran, Jakarta Selatan – 12780
www.sampoernaeducation.ac.id

Try Out UKK Praktik (Ujikom) TKJ SMK Darut Taqwa


  Pemberitahuan, bagi semua siswa tkj smk darut taqwa, bahwasanya try out ukk praktik 2012 smk darut taqwa akan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 15 januari 2012. Adapun jadwalnya adalah sebagai berikut:

1. jam 07.00-09.00 : kelas 3 tkj 1 (absen 1-21)
2. jam 09.00-10.00 : kelas 3 tkj 1 (absen 22-42)
3. jam 10.00-11.00 : kelas 3 tkj 2 (absen 1-21)
4. jam 11.00-12.00 : kelas 3 tkj 2 (absen 22-43)



Adapun materi try out adalah:
1. instalasi os linux opensuse 11.1 (khusus kelompok 1 saja, kelompok selanjutnya tidak perlu install ulang os)
2. konfigurasi software repository
3. konfigurasi ip address, gateway dan routing
4. konfigurasi dns server
5. konfigurasi xampp, joomla dan proftp server
6. konfigurasi squid proxy server
7. konfigurasi access point
8. konfigurasi client

Persyaratan:
1. memiliki dvd linux opensuse 11.1
2. close book

Selasa, 03 Januari 2012

Konfigurasi TP-LINK TL-WA801ND sebagai Access Point (AP)

Setting Default 

1.       Masukkan ip default 192.168.1.254
2.       Login dengan username : admin password : admin
3.       Setelah itu konfigurasikan pada mode pilih Access Point (AP) lalu save
4.       Pilih pada network tentukan ip addressnya dengan ip static/manual
5.       Masukkan ip address dengan memasukkan ip eth2 dari server semisal ip eth2 : 192.168.60.20 berarti pada ip address 192.168.60.20 gateway di kosongi aja.
6.       Setelah itu pilih Wireless lalu beri nama SSID sesuai nama anda lalu save dan reboot

Mudah bukan…. Semoga sukses di 22 Januari 2012

Minggu, 01 Januari 2012

Cara memperbaiki Optik CD/DVD Room yang rusak



1. Buka Casing CD Room
Membuka casing CD ROM mudah saja. Untuk contoh kali ini saya menggunakan CD ROM Sony. Struktur casing dan cara membuka casing mungkin berbeda dengan CD ROM anda. Tapi garis besarnya seperti ini:


Terlebih dahulu keluarkan tray untuk mempermudah membuka casing. Bila CD ROM sudah terlanjur dilepas dari power, gunakan paper clip untuk menekan mekanisme pembuka tray:


Bila tray sudah terdorong keluar, pelan-pelan tarik tray hingga keluar penuh:

Lepaskan panel depan dengan menggeser klip penahan panel.

Kendurkan 4 buah baut di bagian bawah casing dan angkat tutup bawah. Maka akan tampak bagian bawah CD ROM seperti dibawah:


2. Melepaskan Papan Sirkuit CD ROM
Seperti yang terlihat pada gambar terakhir diatas, terdapat papan sirkuit yang menutupi mekanisme CD ROM.


Pada bagian kiri sirkuit terdapat klip plastik yang menahan papan sirkuit pada tempatnya. Renggangkan klip dan angkat papan sirkuit sebelah kiri.


Pada bagian sebelah kanan sirkuit terdapat konektor yang menancap ke mekanisme CD ROM (fleksibel). Lepaskan dengan hati-hati dan sekarang sirkuit sebelah kanan bisa diangkat.


Sekarang keseluruhan papan sirkuit bisa dibalikkan. Masih terlihat ada satu fleksibel lagi yang masih menancap di papan sirkuit. Fleksibel di bagian tengah ini adalah komunikasi data utama CD ROM. Hati-hati melepaskan fleksibel ini. Kendurkan klip penahan fleksibel di sisi kanan dan kiri konektor dengan cara menggesernya ke atas:


Setelah fleksibel sudah terlepas, seharusnya sekarang sudah terlihat mekanisme CD ROM dan optical assembly-nya, yaitu pembaca data dengan cara menembakkan laser ke CD:


Perhatikan lebih dekat lagi. Pada gambar atas yang saya tunjukkan terdapat sebuah trimpot, yaitu sejenis potensiometer yang fungsinya seperti Volume di speaker aktif anda:
ZOOM IN:


3. SET Laser Gain
Nah, si trimpot ini -menurut pengamatan saya- adalah sebagai pengatur tingkat kekuatan laser yang dipancarkan, atau bahasa kerennya Laser Gain. Triknya adalah, putar sedikit trimpot ini searah jarum jam menggunakan alat apa saja. Bisa dengan tang lancip atau obeng mini.


Putar sedikit saja dan perhatikan apakah trimpot sudah benar terputar.
4. Pasang Lagi Semuanya
Kembalikan semua komponen CD ROM ke tempatnya semula dengan urutan terbalik dari membuka.

Jumat, 30 Desember 2011

Membuat Gateway Internet Pada LINUX

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Kamis, 29 Desember 2011

Setting Modem Speedy ADSL Sebagai Bridge pada OS Linux


Telkom Speedy lauching pertama kali di Jember, kota di mana saya bekerja, sekitar bulan Juli 2006. Saat itu saya belum pernah merasakan internet dengan speedy, tahu-tahu diminta bos untuk membantu men-setup modem adsl di Kopegtel (Koperasi Pegawai Telkom) di jalan Kartini. Modemnya merek linksys, tipenya mungkin ADSL2MUE, pada link tersebut terdapat manual untuk konfigure modem tersebut untuk mode bridge (winxp).

Modem ADSL Linksys ADSL2MUE
Pertama, saya minta manualnya, kemudian baca2 sebentar dan akhirnya tahu bahwa modem adsl ini berfungsi sebagai router dan bisa dicolokkan langsung ke swicth/hub untuk melayani koneksi internet bagi semua komputer yang terhubung keswicth/hub, asal fungsi dhcp clientnya diaktifkan.
Berhubung cukup lama mainan iptables di mesin linux, saya coba lihat apakah ada fungsi firewall di modem tsb. Setelah login melalui web configuration, saya lihat banyak sekali fitur yang ditampilkan sampai saya bingung sendiri -)
Yang pertama saya baca-baca adalah seting koneksi untuk speedy, tidak ada yang saya mengerti di sini -? , kecuali login speedy dan ini dia fungsi bridge, jadi modemnya bisa berfungsi sebagai bridge mirip modem eksternal yang biasa dipakai untuk dial ke isp. Pokoknya diterima apa adanya dulu deh. Lantas saya lihat fungsi firewall, nah ini dia yang bisa saya otak-atik. Yang diinginkan pertama adalah mencegah icmp dan smtp keluar dari client karena virus brontok suka ping ke domain internet dan mencegah virus dari client kirim email. Selain itu juga saya batasi hanya beberapa ip client yang bisa konek internet. Setelah save dan reboot modem, ternyata hasilnya mengecewakan, beberapa client bisa konek dan ada yang tidak. Saya masih belum tahu salahnya dimana, lagian keisengan setup modem linksys tsb terbatas waktunya karena saya harus balik ke kantor dan lagipula saya tidak mau direpotkan apabila dapat keluhan dari pengguna. Jadi saya balikin deh seting modem tsb ke default.
Sejak saat itu saya terobsesi bagaimana membuat modem adsl bisa jalan sebagai bridge di mesin linux. Khusus modem linksys ADSL2MUE ini rupanya sudah ada driver bridge untuk mesin windows. Kesempatan itu akhirnya datang setelah kantor saya jadi berlangganan speedy, itu pun setelah saya provokasi agar pakai speedy daripada pakai telkomnet instan (tni) yang koneksinya tidak bisa dijamin, sudah konek tapi tidak bisa browsing internet, baru bisa browsing setelah beberapa kali konek -( . Yang datang ke kantor bawa modem speedy rupanya orang telkom yang dulu saya temui sewaktu di Kopegtel Kartini, karena sudah mengenal saya, dia memberikan saya modem adsl yang masih terbungkus agar disetup sendiri.
Sewaktu dibongkar, ternyata modemnya adalah DareGlobal model DB108-E. Padahal saya pingin dapat yang linksys , alasannya keren karena keluaran Cisco ) . 
Modem ADSL 
DareGlobal DB108-E
Saya baca sekilas di manualnya bahwa modem ini mempunyai ip default 192.168.1.1, akhirnya server linux yang biasa pakai modem eksternal untuk konek ke tni dikonfigurasikan untuk client modem tsb. Modem dikonekkan ke link adsl dan ke server linux pakai cross cable, terus dinyalakan. Waktu itu saya belum setup login speedy di modemnya, iseng-iseng nge-ping dns telkom, eh kok ternyata tembus, wah dapat koneksi speedy gratis nich :d .
Masa gratisnya cukup lama, dua minggu lebih. Selama itu saya belum sempat mencoba setup modemnya sebagai bridge, keasyikan download macam-macam, mumpung gratis. Akhirnya masa foya-foya lewat sudah sekarang waktunya bekerja. Berikut ini prosedur setup modem adsl DareGlobal untuk mode bridge:
  1. Login ke web configuration modem adsl.
  2. Tampilan pertama kali adalah Device Info seperti gambar di bawah (ini saat mode router dan status konek ke internet):
    device info mode router
  3. Tampilan DSL Status seperti pada gambar di bawah:DSL Status Modem ADSL
 Speedy
  4. Klik WAN akan menampilkan default WAN Setup (mode router), untuk mengubah ke mode bridge, baris yang mengandung Protocol PPPoEdicawang lantas klik tombol Remove:
    Wan Setup Modem ADSL DareGlobal
  5. Lalu klik Add akan muncul isian untuk ATM PVC Configuration, isikan seperti contoh di bawah, kemudian klik Next.
    • VPI:[0-255] 0
    • VCI:[0-65535] 35
  6. Untuk tipe network protocol pilih Bridging dan untuk encapsulation mode pilih LLC/SNAP-BRIDGING, klik Next.
  7. Beri cawang pada Enable Bridge Service dan kasih nama br_0_35untuk Service Name, klik Next.
  8. Berikut WAN Setup – Summary seperti pada gambar di bawah, klikSave apabila konfigurasinya sudah benar dan reboot modem adsl-nya:
    Wan Setup Summary Modem ADSL DareGlobal
  9. Tampilan WAN Setup (mode bridge) yang baru akan seperti gambar di bawah:
    Wan Setup Modem 
ADSL DareGlobal (mode bridge)
  10. Klik Save dan Reboot modem.
Modem adsl telah selesai disetup sebagai bridge, sekarang kita akan membuat koneksi pppoe di linux. Untuk linux redhat 9, nama paketnya rp-pppoe-3.5-2.rpm, untuk slackware 10.2 rp-pppoe-3.6-i486-1.tgz, jika ingin install dari source silahkan download di RP-PPPoE | Roaring Penguin.
Mungkin ada yang bertanya bagaimana mengakses web configurationmodem apabila telah diset mode bridge ? Caranya mudah, untuk ini kita perlu komputer dengan OS windows, install driver yang dibutuhkan untuk koneksi ke modem melalui port usb, kemudian konfigur ip address windows dengan ip addres selain 192.168.1.1. Jadi meski modem tersebut sedang konek ke speedy dan user-user sedang browsing internet kita bisa monitor dsl statusnya.

Selasa, 04 Oktober 2011

Mengenai Array Dengan Pascal

Bab 4 Array 
Array adalah tipe data terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Komponen-komponen tersebut disebut sebagai komponen type, larik mempunyai jumlah komponen yang jumlahnya tetap. Banyaknya komponen dalam larik ditunjukkan oleh suatu index, dimana tiap komponen di array dapat diakses dengan menunjukkan nilai indexnya atau subskript. Array dapat bertipe data sederhana seperti byte, word, integer, real, bolean, char, string dan tipe data scalar atau subrange. Tipe larik mengartikan isi dari larik atau komponen- komponenya mempunyai nilai dengan tipe data tersebut. 
Contoh: 
Var 
Untai : array[1..50] of Integer; 
Pada contoh Array dengan nama untai telah dideklarasikan dengan tipe integer, dengan jumlah elemen maksimum 50 elemen, nilai dari elemen array tersebut diatas harus bertipe integer. 

Contoh Program : 

Program Contoh_Array_Input; Uses Crt; Var Bilangan : array[1..50] of Integer; Begin ClrScr; Bilangan[1]:=3; Bilangan[2]:=29; Bilangan[3]:=30; Bilangan[4]:=31; Bilangan[5]:=23; Writeln('nilai varibel bilangan ke 3 =',Bilangan[3]); Readln; End. 

Array juga dapat dideklarasikan bersama dengan tipe yang beragam seperti contoh dibawah ini : 

Program Contoh_Deklarasi_Array_Beragam; Uses Crt; Var NPM : array[1..20] of string[10]; Nama : array[1..20] of string[25]; Nilai : array[1..20] of real; Umur : array[1..20] of byte; banyak,i : integer; Begin ClrScr; Write('Isi berapa data array yang diperlukan :');Readln(banyak); For i := 1 to banyak Do Begin Write('NPM =');Readln(NPM[i]); Write('Nama =');readln(Nama[i]); Write('Nilai=');readln(Nilai[i]); Write('Umur =');readln(Umur[i]); End; {cetak varibel array} Writeln('NPM NAMA NILAI UMUR '); For i:= 1 to banyak Do Begin Writeln(Npm[i]:10,Nama[i]:25,Nilai[i]:3:2,' ',Umur[i]:3); End; Readln; End. 

Untuk deklarasi array dapat digunakan beberapa cara seperti berikut ini : 

Type Angka = String[20]; Var Nama : Array [1..50] of Angka; Begin End. 

Deklarasi tipe indeks subrange integer Indeks pada array dapat tipe skalar atau subrange, tetapi tidak bisa real. 
Contoh: 
Var 
Nilai : Array[1..10] of Integer; 
pada contoh ini array nilai mempunyai 10 buah elemen yaitu dari 1 sampai 10. Array tersebut dapat dideklarasikan dengan type seperti berikut ini : 

Type 
Skala = 1..10; 
Var 
Nilai : Array [skala] of Integer; 
atau : 
Type 
Skala = 1..10; 
Y = Array[skala] of Integer; 
Var 
Nilai : Y; 
atau : 
Type 
Y = Array[1..10] of Integer; 
Var 
Nilai : Y; 
atau : 
Const 
Atas =1; 
Bawah = 5; 
type 
Y = Array[Atas..Bawah] of Integer; 
Var 
Nilai : Y; 

I. Deklarasi Type Indeks Skalar 
Indeks dari larik dapat berupa tipe skalar. 
Contoh. : 

Program Deklarasi_Indeks_Array_Skalar; Uses Crt; Var Jum : Array[(jan,feb,mar,apr,mei)] of Integer; Begin Jum[jan]:=25; Jum[feb]:=45; Jum[mar]:=21; Jum[apr]:=23; Jum[mei]:=50; Writeln('Jumlah nilai bulan maret =',Jum[mar]); Readln; End. 
dapat juga ditulis : 

type Bln = (jan,feb,mar,apr,mei); Var Jum : Array[bln] of Integer; atau : type Bln =(jan,feb,mar,apr,mei); Var Jum : Array[jan..mei] of Integer;

II. Deklarasi Konstanta Array 
Array tidak hanya dapat berupa suatu varibel yang dideklarasikan di bagian deklarasi variabel, tetapi dapat juga berupa konstanta (const). 
Contoh Program : 

Program Contoh_Deklarasi_Array_Konstan; Uses Crt; Const Tetap : Array[1..4] of Integer=(7,10,21,20); Var i : Integer; Begin For i:= 1 to 4 Do Writeln('Nilai Konstan array ke ',i:2,' =',Tetap[i]); Readln; End. 
konstanta array dapat juga berupa ketetapan dalam bentuk karakter seperti berikut. 
Contoh Program : 

Program Contoh_Konstan_Array_Char_; Uses Crt; Const Huruf : Array[0..5] of Char=('A','B','C','D','E','F'); Var i : Integer; Begin For i:= 0 to 5 Do Writeln('Nilai konstan array ke',i:2,' = ',Huruf[i]); Readln; End. 
Konstanta array dapat juga berupa string seperti berikut ini. 
Contoh Program : 

Program Constanta_Array_String; Uses Crt; Type A = Array [1..5] of String; Const Nama : A = ('basic','pascal','cobol','paradox','dbase'); Var i : Integer; Begin For i:= 1 to 5 Do Writeln('Nilai Array ke-',i:2,'= ',Nama[i]); readln; end. 

Dalam pascal string merupakan array dari elemen- elemen karakter seperti berikut : 
Contoh Program : 

Program String_Adalah_Array_Tipe_Char; Uses Crt; Var Nama : string; i : Integer; Begin Nama:='Turbo Pascal'; For i:= 1 to Length(nama) Do Writeln('Elemen ',i,' dari ',Nama,'= ',Nama[i]); Readln; End. 

contoh program bilangan prima dengan menggunakan bantuan array. 
Contoh program : 

Program Mencari_Bilangan_Prima_Dengan_Array; Uses Crt; Var Prima : Array[1..100] of Integer; i,j : Integer; bil : Integer; Begin ClrScr; For i := 2 to 100 Do Begin Prima[i]:=i; For j:= 2 to i-1 Do Begin bil := (i mod j); {* i dibagi j dicek apakah 0*} If bil = 0 then Prima[i]:=0; {*jika habis dibagi,berarti bkn prima*} End; If Prima[i]<> 0 Then Write(Prima[i],' '); {*cetak array yg prima*} End; Readln; End. 

Contoh pengurutan data dengan metode buble sort, yaitu dengan cara penukaran, dapat dilihat pada contoh dibawah ini : 
Contoh Program : 

Program Penggunaan_Array_Untuk_Sortir_Buble_Sort; Uses Crt; Var nil1 : Array[1..100] of Integer; n,i,j,dum : Integer; Begin ClrScr; Write('mau isi berapa data acak (integer) ='); readln(n); For i := 1 to n Do Begin Write('Data Ke ',i,':');Readln(nil1[i]); End; {* penyapuan proses} for i:= 1 to n-1 do begin for j:= i to n do begin if nil1[j]begin 
dum:=nil1[j]; 
nil1[j]:=nil1[i]; 
nil1[i]:=dum; 
end; 
end; 
end; 
writeln; 
writeln('Hasil Sortir'); 
for i := 1 to n do 
write(nil1[i]:3); 
readln; 
end. 


III. Array Dua Dimensi 
Di dalam pascal Array dapat berdimensi lebih dari satu yang disebut dengan array dimensi banyak (Multidimensional array), disini akan dibahas array 2 dimensi saja. Array 2 dimensi dapat mewakili suatu bentuk tabel atau matrik, yaitu indeks pertama menunjukkan baris dan indeks ke dua menunjukkan kolom dari tabel atau matrik. 
1 2 
1 2 3 
Untuk mengetahui cara mendeklarasikan dari penggunaan aray dua dimensi dapat dilihat pada listing program dibawah ini . 

Contoh Program: 

Program Deklarasi_Array_Dua_Dimensi; Uses Crt;Var Tabel : Array[1..3,1..2] of Integer;i,j : Integer;Begin ClrScr; Tabel[1,1]:=1; Tabel[1,2]:=2; Tabel[2,1]:=3; Tabel[2,2]:=4; Tabel[3,1]:=5; Tabel[3,2]:=6; For I := 1 to 3 Do Begin For J:= 1 to 2 Do Begin Writeln('Elemen ',i,',',j,'= ',tabel[i,j]); End; End; Readln; End. 


IV. Alternatif Deklarasi Array Dua Dimensi. 
Ada beberapa cara dalam mendeklarasikan array dua dimensi, beberapa cara tersebut dapat dilihat dibawah ini : 
Contoh : 

Var Tabel : Array[1..3] of Array[1..2] of Byte; atau : Type Matrik = Array[1..3,1..2] of Byte; Var Tabel : Matrik; atau : Type Baris = 1..3; Kolom = 1..2; Matrik = Array[Baris,Kolom] of Byte; Var Tabel : Matrik; atau : Type Baris = 1..3; Kolom=1..2; Matrik= Array[Baris] of Array[Kolom] of Byte; Var Tabel : Matrik; Dibawah ini akan diberikan listing program penggunaan array dua dimensi dalam aplikasi penjumlahan matrik : Contoh Prorgam: Program Penjumlahan_Matrik; Uses Crt; Var Matrik1,Matrik2, Hasil : Array[1..3,1..2] of Integer; i,j : Integer; Begin ClrScr; { input matrik ke satu } Writeln(' Elemen matrik satu'); For i := 1 to 3 Do Begin For j := 1 to 2 Do Begin Write('Elemen baris -',i,' Kolom -',j,'= '); Readln(matrik1[i,j]); End; End; {input matrik ke dua} Writeln('input elemen matrik dua'); For i:= 1 to 3 Do Begin For j:= 1 to 2 Do Begin Write('Elemen baris -',i,' kolom -',j,'= '); Readln(matrik2[i,j]); End; End; {proses penjumlahan tiap elemen} For i := 1 to 3 Do Begin For j:= 1 to 2 Do Begin Hasil[i,j]:=Matrik1[i,j]+Matrik2[i,j]; End; End; {proses cetak hasil} For i:= 1 to 3 Do Begin For j:= 1 to 2 Do Begin Write(Hasil[i,j]:6); End; Writeln; End; Readln; End. 


V. Array Sebagai Parameter 
Array dapat digunakan sebagai parameter yang dikirimkan baik secara nilai (by value) atau secara acuan (by reference) ke procedure atau ke function. Procedure yang menggunakan parameter berupa array harus dideklarasikan di dalam judul procedure yang menyebutkan parameternya bertipe array. 

Contoh Program : 

Program Contoh_Pengiriman_Parameter_Array_Di_Procedure; Uses Crt; Const Garis ='---------------------------------------------------'; Type Untai = Array[1..10] of String[15]; Bulat = Array[1..10] of Integer; Huruf = Array[1..10] of Char; Var i,Banyak : Integer; Procedure Proses(Nama:Untai;Nilai:Bulat); Var Ket : String; Abjad : Char; Begin Writeln(Garis); Writeln('Nama Nilai Abjad Keterangan'); Writeln(Garis); For i := 1 to Banyak Do Begin If Nilai[i] > 90 Then Begin Abjad:='A'; Ket :='Istimewa'; End; If (Nilai[i]<90) And (Nilai[i]>70) Then Begin Abjad:='B'; Ket :='Memuaskan'; End; If (Nilai[i]<70) And (Nilai[i]>60) Then Begin Abjad:='C'; Ket :='Cukup'; End; If (Nilai[i]<60) And (Nilai[i]>45) Then Begin Abjad:='D'; Ket :='Kurang'; End; If Nilai[i]< 45 Then Begin Abjad:='E'; Ket :='Sangat kurang'; End; Writeln(Nama[i]:15,' ',Nilai[i]:4,' ',Abjad,' ',Ket:15); End; Writeln(Garis); End; Procedure Masuk_Data; Var Nama : Untai; Nilai : Bulat; Begin Write('Banyak data =');Readln(Banyak); For i:= 1 to Banyak Do Begin ClrScr; Writeln('Data ke - ',i); Write('Nama =');readln(Nama[i]); Write('Nilai =');readln(Nilai[i]); End; Proses(Nama,Nilai); End; {modul Utama} Begin Masuk_Data; Readln; End. 
Referensi :
# Lepkom Universitas Gunadarma.
# Dasar-dasar Pemrograman Pascal, Teori dan Program terapan , Ir.P. Insap Santosa, M.Sc.
dum:=nil1[j]; nil1[j]:=nil1[i]; nil1[i]:=dum; end; end; end; writeln; writeln('Hasil Sortir'); for i := 1 to n do write(nil1[i]:3); readln; end. 


III. Array Dua Dimensi 
Di dalam pascal Array dapat berdimensi lebih dari satu yang disebut dengan array dimensi banyak (Multidimensional array), disini akan dibahas array 2 dimensi saja. Array 2 dimensi dapat mewakili suatu bentuk tabel atau matrik, yaitu indeks pertama menunjukkan baris dan indeks ke dua menunjukkan kolom dari tabel atau matrik. 
1 2 
1 2 3 
Untuk mengetahui cara mendeklarasikan dari penggunaan aray dua dimensi dapat dilihat pada listing program dibawah ini . 

Contoh Program: 
Program Deklarasi_Array_Dua_Dimensi; 
Uses Crt;
Var Tabel : Array[1..3,1..2] of Integer;
i,j : Integer;
Begin 
ClrScr; 
Tabel[1,1]:=1; 
Tabel[1,2]:=2; 
Tabel[2,1]:=3; 
Tabel[2,2]:=4; 
Tabel[3,1]:=5; 
Tabel[3,2]:=6; 
For I := 1 to 3 Do Begin For J:= 1 to 2 Do Begin Writeln('Elemen ',i,',',j,'= ',tabel[i,j]); 
End; 
End; 
Readln; 
End. 


IV. Alternatif Deklarasi Array Dua Dimensi. 
Ada beberapa cara dalam mendeklarasikan array dua dimensi, beberapa cara tersebut dapat dilihat dibawah ini : 
Contoh : 
Var 
Tabel : Array[1..3] of Array[1..2] of Byte; 
atau : 
Type 
Matrik = Array[1..3,1..2] of Byte; 
Var 
Tabel : Matrik; 
atau : 
Type 
Baris = 1..3; 
Kolom = 1..2; 
Matrik = Array[Baris,Kolom] of Byte; 
Var 
Tabel : Matrik; 
atau : 
Type 
Baris = 1..3; 
Kolom=1..2; 
Matrik= Array[Baris] of Array[Kolom] of Byte; 
Var 
Tabel : Matrik; 
Dibawah ini akan diberikan listing program penggunaan array dua dimensi dalam aplikasi penjumlahan matrik : 
Contoh Prorgam: 
Program Penjumlahan_Matrik; 
Uses Crt; 
Var 
Matrik1,Matrik2, Hasil : Array[1..3,1..2] of Integer; 
i,j : Integer; 
Begin 
ClrScr; 
{ input matrik ke satu } 
Writeln(' Elemen matrik satu'); 
For i := 1 to 3 Do 
Begin 
For j := 1 to 2 Do 
Begin 
Write('Elemen baris -',i,' Kolom -',j,'= '); 
Readln(matrik1[i,j]); 
End; 
End; 
{input matrik ke dua} 
Writeln('input elemen matrik dua'); 
For i:= 1 to 3 Do 
Begin 
For j:= 1 to 2 Do 
Begin 
Write('Elemen baris -',i,' kolom -',j,'= '); 
Readln(matrik2[i,j]); 
End; 
End; 
{proses penjumlahan tiap elemen} 
For i := 1 to 3 Do 
Begin 
For j:= 1 to 2 Do 
Begin 
Hasil[i,j]:=Matrik1[i,j]+Matrik2[i,j]; 
End; 
End; 
{proses cetak hasil} 
For i:= 1 to 3 Do 
Begin 
For j:= 1 to 2 Do 
Begin 
Write(Hasil[i,j]:6); 
End; 
Writeln; 
End; 
Readln; 
End. 


V. Array Sebagai Parameter 
Array dapat digunakan sebagai parameter yang dikirimkan baik secara nilai (by value) atau secara acuan (by reference) ke procedure atau ke function. Procedure yang menggunakan parameter berupa array harus dideklarasikan di dalam judul procedure yang menyebutkan parameternya bertipe array. 

Contoh Program : 
Program Contoh_Pengiriman_Parameter_Array_Di_Procedure; 
Uses Crt; 
Const 
Garis ='---------------------------------------------------'; 
Type 
Untai = Array[1..10] of String[15]; 
Bulat = Array[1..10] of Integer; 
Huruf = Array[1..10] of Char; 
Var 
i,Banyak : Integer; 
Procedure Proses(Nama:Untai;Nilai:Bulat); 
Var 
Ket : String; 
Abjad : Char; 
Begin 
Writeln(Garis); 
Writeln('Nama Nilai Abjad Keterangan'); 
Writeln(Garis); 
For i := 1 to Banyak Do 
Begin 
If Nilai[i] > 90 Then 
Begin 
Abjad:='A'; 
Ket :='Istimewa'; 
End; 
If (Nilai[i]<90) And (Nilai[i]>70) Then 
Begin 
Abjad:='B'; 
Ket :='Memuaskan'; 
End; 
If (Nilai[i]<70) And (Nilai[i]>60) Then 
Begin 
Abjad:='C'; 
Ket :='Cukup'; 
End; 
If (Nilai[i]<60) And (Nilai[i]>45) Then 
Begin 
Abjad:='D'; 
Ket :='Kurang'; 
End; 
If Nilai[i]< 45 Then 
Begin 
Abjad:='E'; 
Ket :='Sangat kurang'; 
End; 
Writeln(Nama[i]:15,' ',Nilai[i]:4,' ',Abjad,' ',Ket:15); 
End; 
Writeln(Garis); 
End; 
Procedure Masuk_Data; 
Var 
Nama : Untai; 
Nilai : Bulat; 
Begin 
Write('Banyak data =');Readln(Banyak); 
For i:= 1 to Banyak Do 
Begin 
ClrScr; 
Writeln('Data ke - ',i); 
Write('Nama =');readln(Nama[i]); 
Write('Nilai =');readln(Nilai[i]); 
End; 
Proses(Nama,Nilai); 
End; 
{modul Utama} 
Begin 
Masuk_Data; 
Readln; 
End. 
Referensi :
# Lepkom Universitas Gunadarma.
# Dasar-dasar Pemrograman Pascal, Teori dan Program terapan , Ir.P. Insap Santosa, M.Sc.